Saya Adalah Seorang Blogger Yang Menulis Untuk Anda dan Berusaha Menyajikan Info Yang Terbaik

Tanaman Katinona (Bahan Narkoba) Dijadikan Sayur

Penulis : Pada Hari : Wednesday, February 6, 2013 | Jam : 3:18 PM
Tanaman ghat yang ditanam warga Cisarua, Bogor, Jawa Barat, dijual kepada warga yang berasal dari Timur Tengah sebagai bahan sayuran.

Ghat adalah tanaman yang dijadikan bahan baku pembuatan narkoba jenis chatinone (katinona).

Katinona merupakan narkoba yang ditemukan di kediaman artis Raffi Ahmad saat Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penggerebekan.

Kepala Humas BNN, Sumirat Dwiyanto, menjelaskan, tanaman ghat ditemukan di Cisarua, Bogor dan di kawasan Baturaden, Banyumas, Jawa Tengah. "Tanaman ghat di Cisarua dijual ke orang Arab untuk dikonsumsi seperti sayuran," jawab Sumirat, Selasa (4/2/2013).

Sumirat memastikan, jenis tanaman di Cisarua, Bogor itu adalah ghat. Sedangkan tanaman yang dikabarkan ditanam di lahan seluas 2 haktare milik warga Baturaden Banyumas, Jawa Tengah, belum bisa dipastikan. "Dapat dipastikan itu ghat (di Cisarua), sedangkan yang di Baturaden, masih dalam pemeriksaan," kata Sumirat.

Seperti diberitakan sejumlah media, Tanaman yang dalam bahasa lainnya di sebut Catha Edulis ini, banyak ditemukan di Desa Tugu Selatan dan Desa Tugu Utara Kecamatan Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Kebanyakan masyarakat menanam tanaman ini secara berderet, sebagai pembatas halaman rumah atau batas tanah dengan tanah orang lain.

Sedangkan di Baturaden, tanaman seluas 2 hektar di Dusun Munggangsari, Desa Karang Salam, Baturaden, Banyumas, Jawa Tengah di atas lahan seorang warga setempat yang sudah disewa sejak 3 tahun oleh keturunan Arab asal Purwokerto, Jateng.

Sumber :http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1954789/di-cisarua-bahan-narkoba-katinona-dijadikan-sayur#.URC-xvKEXUc
Baca Selengkapnya » No comments

Tradisi Unik Saat Merayakan Imlek

Penulis : Pada Hari : Tuesday, February 5, 2013 | Jam : 3:01 PM
Sama seperti tahun baru Masehi atau tahun baru Hijriah bagi umat Islam, imlek atau tahun baru Cina dirayakan dengan penuh suka cita. Berbagai tradisi yang khas dilakukan saat merayakan imlek.

Sejumlah Tradisi yang dilakukan itu tidak hanya untuk memeriahkan, tapi juga mengandung sejumlah makna.

Berikut fakta unik seputar perayaan Tahun Baru Imlek dan tradisi yang biasa dilakukan warga Tionghoa.

1. Membersihkan dan mendekorasi rumah

Selain membersihkan yang memiliki makna lambang keyakinan rumah akan bersih dari keburukan dan siap menerima keberuntungan di tahun yang baru, warga Tionghoa juga biasanya mendekorasi ulang rumahnya.

Rumah dicat ulang dan ditempeli kertas bertuliskan kalimat atau kata-kata baik. Dekorasi didominasi warna merah yang melambangkan sejahtera, kuat dan keberuntungan.

2. Melunasi dan mengurangi utang

Sebelum tahun baru datang, warga Tionghoa melunasi atau membayar utang dengan harapan tahun yang baru tidak terbebani utang.

3. Barongsai atau liong naga

Ini bisa dikatakan wajib diadakan saat Imlek yang merupakan lambang kebahagiaan dan kesenangan serta membawa hoki.

4. Makanan khas

Hidangan saat Imlek biasanya terdiri dari 12 macam masakan dan 12 macam kue yang melambangkan 12 macam shio. Masing-masing makanan pun memiliki maknanya sendiri.

Seperti siu mie yang melambangkan panjang umur dan kemakmuran, lapis legit melambangkan rezeki yang berlapis-lapis, ikan simbol air serta bebek dan ayam utuh sebagai lambang udara, yang merupakan sumber kehidupan.

5. Angpao
Bingkisan dalam amplop merah berisikan sejumlah uang sebagai hadiah yang melambangkan kegembiraan dan semangat yang akan membawa nasib baik.

Namun untuk memberikannya kepada keluarga atau kerabat ternyata ada aturannya.

Hanya orang yang sudah menikah sajalah yang boleh memberi angpao kepada anak-anak dan orang tua. Mereka yang sudah bekerja tapi belum menikah, bahkan tidak boleh memberi angpao karena dianggap menjauhkan jodoh.

Anak yang sudah bekerja masih masih tetap menerima ang pao dari orang tua, paman, dan bibi, sementara yang sudah menikah hanya mendapat angpao dari orang tuanya.

Angpao tidak boleh diisi dengan uang yang mengandung angka 4 seperti Rp4.000 karena empat dalam bahasa Cina terdengar seperti kata ‘mati’. Jumlah uang juga tidak boleh ganjil karena berhubungan dengan pemakaman.

6. Pantang makan bubur saat Imlek

Karena bubur dianggap simbol kemiskinan,

7. Tidak boleh membalik ikan

Ikan yang dihidangkan tidak boleh dibalik untuk mengambil daging pada sisi lainnya. Ikan juga tidak boleh habis sekaligus melainkan harus disisakan untuk dinikmati keesokan harinya. Ini melambangkan nilai surplus untuk tahun berikutnya.

Sumber : http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1954444/tradisi-unik-saat-imlek#.URC6FfKEXUc
Baca Selengkapnya » No comments

Search

Artikel Lainnya